← Kembali ke Blogs

Artikel Terbaru oleh arifrahmawan

Inilah Penjelasan Obyektif tentang Orde Baru Pak Harto

Kalau ngomongin Orde Baru, banyak orang langsung jatuh ke dua kubu yang sama-sama keras: kubu yang bilang itu masa emas karena pembangunan jalan, sekolah, dan...

Diterbitkan: 2026-09-05 23:17:40

Read more
Inilah Penjelasan Obyektif tentang Orde Baru: Antara Stabilitas, Pancasila, dan Nasib Rakyat

Kalau Orde Baru mau dibayangkan dengan analogi yang agak mahasiswa gondrong, ia itu mirip sebuah kos besar yang tadinya semrawut, lalu datang seorang pengelola yang...

Diterbitkan: 2026-09-05 23:13:04

Read more
Kenapa Pak Harto Bisa 32 Tahun Berkuasa? Bukan Karena Tak Ada Orang Lain, Tapi Karena Panggungnya Memang Dimiringkan

Pertanyaan begini selalu menggelitik: kenapa Soeharto bisa memimpin selama 32 tahun? Apa selama itu memang tidak ada orang lain yang layak menggantikan? Kalau benar tak...

Diterbitkan: 2026-09-05 21:47:41

Read more
Kesederhanaan Jokowi, Blusukan, dan Mitos Jaminan Pemimpin Berkualitas

Di politik, kita sering gampang jatuh cinta pada tampilan. Ada pemimpin yang bajunya rapi, bahasanya halus, lalu kita bilang: wah, negarawan. Ada yang suka turun...

Diterbitkan: 2026-09-05 20:51:44

Read more
Kalau Enggak Dikasih Duit, Orang Masih Mau Nyoblos Nggak? Jawabannya Nggak Sesederhana Itu

Ada satu pertanyaan yang nongkrong terus di warung kopi, di teras kontrakan, di grup keluarga, sampai di kepala anak-anak kampus yang rambutnya udah mirip kabel...

Diterbitkan: 2026-09-03 19:36:47

Read more
Mengapa Politik Bagi-Bagi Sembako Marak? Karena Demokrasi Kita Masih Sering Jalan Pakai Logika Warung

Kalau politik itu panggung, maka bagi-bagi sembako adalah properti yang paling gampang dikenali penonton. Satu paket beras, minyak goreng, mi instan, susu, teh, kadang ditempeli...

Diterbitkan: 2026-09-03 18:43:05

Read more
Mencintai Presiden: Kasih Keluarga atau Kepercayaan Warga?

Bolehkah kita mencintai presiden seperti kita mencintai orangtua atau orang terdekat kita? Pertanyaan ini tampak sederhana, namun justru kesederhanaannya menyimpan jebakan. Sebab apa arti “mencintai”?...

Diterbitkan: 2026-09-03 15:48:59

Read more
Kita Ini Bukan Muncul dari Ruang Kosong: Kalau Mau Anak-Cucu Hidup Lebih Waras, Kita Harus Belajar, Berjuang, dan Berpolitik Lebih Baik

Kita sering hidup seolah-olah hari ini jatuh dari langit. Seolah nasib sosial, kualitas kota, tabiat politik, mutu sekolah, harga kejujuran, sampai watak antre di lampu...

Diterbitkan: 2026-09-01 13:02:17

Read more
Yang Tertib Memang Sering Terlihat Kalah, Tapi Biang Keroknya Bukan Kebaikan—Melainkan Sistem yang Membiarkan Serobot Menang Sesaat

Ada fase dalam hidup ketika orang merasa jadi warga baik itu mirip jadi pemain gitar akustik di tengah konser sound horeg: suaranya ada, tapi ketelan...

Diterbitkan: 2026-08-30 14:45:09

Read more
Perpustakaan, Ruang Sunyi yang Menjaga Nalar Politik Tetap Sehat

Pada suatu sore yang tenang, seorang siswa datang ke perpustakaan sekolah bukan untuk mencari novel atau buku latihan ujian. Ia sedang bingung. Di ponselnya, beredar...

Diterbitkan: 2026-08-30 08:42:21

Read more