Under the Hood dengan Google AI di Google I/O 2025: Intip Teknologi Canggihnya!

← Kembali ke Blogs

Under the Hood dengan Google AI di Google I/O 2025: Intip Teknologi Canggihnya!

Ditulis olehkukuhtw·
0 unik hari ini 1 unik 7 hari 14 unik 30 hari 122 total unik
Under the Hood dengan Google AI di Google I/O 2025: Intip Teknologi Canggihnya!
Iklan

Bro, di event Google I/O 2025 kemarin, Google ngasih bocoran keren banget soal teknologi AI mereka lewat sesi “Under the Hood with Google AI”. Buat kamu yang penasaran gimana Google ngebangun AI canggih yang makin pintar dan kece, kuy simak rangkuman asik dan gaulnya di bawah ini!


1. Gemini: Multimodal Sejak Lahir
Koray Kavukcuoglu, CTO Google DeepMind, bilang nih kalau kunci buat menuju AGI (Artificial General Intelligence) itu model yang multimodal dari lahir. Jadi, AI-nya harus bisa ngerti banyak jenis data sekaligus, bukan cuma teks doang. Nah, Gemini 2.5 dan varian Flash-nya udah keren banget:

  • Paham teks, gambar, audio, video, bahkan bisa berinteraksi sama UI lewat Action API.
  • Lagi eksperimen sama Gemini Diffusion, teknik yang biasanya buat bikin gambar/video keren, tapi sekarang dipakai buat generasi teks yang pinter “mundur” benerin kesalahan sendiri. Keren kan?

Kalau mau tau lebih dalam, cek blog resminya di Gemini 2.5 Updates @ I/O 2025.


2. Skala Itu Gak Cuma Parameter Jumbo
DeepMind jelasin kalau skala AI itu gak cuma soal nambah parameter model doang. Mereka bagi skala jadi tiga ember yang harus diperbesar barengan:

  • Data – makin banyak dan beragam data yang dipakai buat latihan AI.
  • Model/Algoritma – inovasi dan arsitektur model yang makin canggih.
  • Inference-time tuning – kemampuan AI buat adaptasi pas lagi dipake tanpa harus retraining berat.

Jadi, biar AI makin jago, semua aspek ini kudu digenjot barengan, bukan cuma fokus di salah satunya.


3. Search: Dari “Info” ke “Intelijen”
Liz Reid, Kepala Search Google, unjuk gigi dengan fitur baru yang bikin search engine makin pintar dan bermanfaat:

  • AI Overviews (Gemini 2.5) udah live di AS dan lebih dari 200 negara! Fitur ini ngasih ringkasan cerdas dari hasil pencarian biar gak perlu scroll panjang-panjang.
  • Query Fan-Out: Gemini mecah pertanyaan yang ribet jadi bagian-bagian kecil, cari informasi dari berbagai bahasa, terus nyusun jawaban yang pas.
  • Deep Search (segera hadir) yang rela ngelakuin proses pencarian super dalam, sampai menit-menit, buat riset berat kayak hunting kulkas. Jadi, makin spesifik, makin lengkap jawabannya.

Mau tau rinciannya? Cek di Blog Google Search AI Mode ya!


4. Tiga P ala Gemini App
Josh Woodward, yang pegang Gemini App & Google Labs, ngejelasin visi mereka buat asisten universal yang gokil. Ada tiga P yang jadi prinsip utama:

  • Personal – Asisten paham dan kenal data kita, tapi pastinya sesuai izin yang kita kasih.
  • Proactive – Asisten gak cuma nunggu perintah, tapi juga inisiatif buat nyelesain tugas yang kita butuhin.
  • Powerful – Dukung penuh multimedia dan otomatisasi UI biar kerjaannya makin efektif.

5. Tool-Use = Model Jadi Agen
Gemini 2.5 makin canggih dengan kemampuan otomatis manggil Search kalau butuh fakta terbaru. Gak cuma itu, Project Mariner nunjukin demo model yang bisa “klik-klik” desktop kayak manusia beneran, loh!

Ke depannya? Model AI bakal bisa bikin tools-nya sendiri terus langsung dipake. Bayangin, AI yang gak cuma pinter jawab, tapi juga bisa bikin alat bantu buat ngelakuin tugas rumit. Mantap!

Kalau pengen nonton sesi lengkapnya, cek di YouTube – Under the Hood with Google AI atau intip di I/O 2025 Session Page.


6. Tips Developer (Langsung dari Panel)
Kamu developer yang mau ngulik AI? Nih, ada beberapa pesan kece dari panel Google I/O:

PesanPenjelasan Singkat
Agile or DieFitur yang gagal di Gemini 2.0 bisa sukses di 2.5—jadi update dan prototipe cepat itu kunci!
Cari “Rasa Sebal” UserTemukan titik di mana user paling kesal; biasanya solusi AI di situ bisa jadi bisnis yang menguntungkan.
Eval ≠ Tujuan AkhirGunakan evaluasi akademik, leaderboard, dan data produk, tapi jangan lupa cek rutin apakah metriknya masih relevan dengan kebutuhan nyata.

7. Peluang Cuan Cepat
Google juga ngasih contoh peluang bisnis AI yang bisa kamu coba langsung:

  • Workflow Vertical AI: Asisten khusus buat arsitek—bisa baca blueprint, hitung RAB, sampai tweak CAD otomatis. Biar kerjaan arsitek makin gampang dan cepat!
  • Cross-Language Mash-Up: Portal resep lokal yang otomatis nerjemahin konten resep Jepang, terus jual bahan-bahannya. Pas banget buat yang suka kuliner dan bisnis online.
  • No-Code → Full-Code: SaaS generator web app (PHP/MySQL) yang 100% jadi dan nyambung sama minat user, bikin developer makin hemat waktu.
  • Audio Remix: Layanan “podcast instan” yang ubah blog jadi dialog dua host multi-bahasa pakai API Content Studio Labs. Buat kamu yang pengen bikin konten audio tanpa ribet.

Take-away utama nih: Jadi, buat bikin AI yang kece, harus multimodal-native, paham speed-quality trade-off, AI bisa jadi model-as-agent, dan developer wajib lincah dan gesit. Dengan Gemini 2.5, banyak banget ide gokil yang bisa langsung kamu wujudkan hari ini—tinggal hack dan have fun! 🚀

Summary Interaktif

Jawaban:
Konsep multimodal-native berarti AI dirancang sejak awal untuk memahami dan memproses berbagai jenis data sekaligus, seperti teks, gambar, audio, video, dan bahkan berinteraksi dengan UI melalui Action API. Gemini 2.5 menerapkan konsep ini sehingga AI-nya bisa mengolah berbagai media secara simultan, bukan hanya teks saja.

Jawaban:
DeepMind menjelaskan bahwa skala AI harus diperbesar secara seimbang dalam tiga aspek: data (menggunakan data yang lebih banyak dan beragam), model/algoritma (inovasi dan arsitektur yang lebih canggih), dan inference-time tuning (kemampuan AI beradaptasi saat digunakan tanpa retraining berat). Fokus hanya pada parameter model tidak cukup untuk meningkatkan kemampuan AI secara optimal.

Jawaban:
Fitur baru pada Google Search dengan Gemini 2.5 meliputi AI Overviews yang memberikan ringkasan cerdas hasil pencarian, Query Fan-Out yang memecah pertanyaan rumit menjadi bagian kecil dan mencari informasi dari berbagai bahasa, serta Deep Search (segera hadir) yang melakukan pencarian sangat mendalam untuk riset kompleks.

Jawaban:
Tiga P dalam visi Gemini App adalah Personal (asisten yang memahami dan mengenal data pengguna sesuai izin), Proactive (asisten yang inisiatif menyelesaikan tugas tanpa menunggu perintah), dan Powerful (mendukung multimedia dan otomatisasi UI agar pekerjaan lebih efektif).

Jawaban:
Kemampuan tool-use memungkinkan model AI seperti Gemini 2.5 untuk secara otomatis memanggil Search saat membutuhkan fakta terbaru dan melakukan interaksi langsung dengan desktop seperti manusia (Project Mariner). Ke depannya, AI juga bisa membuat alat bantu sendiri untuk menyelesaikan tugas rumit, sehingga AI menjadi agen yang lebih mandiri dan produktif.

Jawaban:
Pesan utama untuk developer adalah pentingnya menjadi agile dengan update dan prototipe cepat ('Agile or Die'), fokus menemukan titik kesal pengguna sebagai peluang bisnis ('Cari Rasa Sebal User'), serta menggunakan evaluasi akademik, leaderboard, dan data produk secara rutin namun tidak menjadikan evaluasi sebagai tujuan akhir ('Eval ≠ Tujuan Akhir').

Jawaban:
Contoh peluang bisnis AI yang diberikan Google antara lain Workflow Vertical AI untuk arsitek, Cross-Language Mash-Up untuk portal resep lokal, No-Code ke Full-Code SaaS generator web app, dan Audio Remix layanan podcast instan. Misalnya, Workflow Vertical AI membantu arsitek dengan membaca blueprint, menghitung RAB, dan melakukan tweak CAD otomatis agar pekerjaan lebih efisien.

Jawaban:
Take-away utama adalah AI yang baik harus multimodal-native, memahami trade-off antara kecepatan dan kualitas, mampu berfungsi sebagai model-as-agent dengan tool-use yang mandiri, dan developer harus lincah serta gesit dalam mengembangkan dan mengadaptasi teknologi AI. Dengan Gemini 2.5, banyak ide inovatif yang bisa langsung diwujudkan dengan kreatif dan menyenangkan.
Artikel lain dari penulis ini
Iklan