Sridhar Vembu: “Kode Warisan Bisa Jadi Beban di Era AI”

← Kembali ke Blogs

Sridhar Vembu: “Kode Warisan Bisa Jadi Beban di Era AI”

Ditulis olehkukuhtw·
0 unik hari ini 1 unik 7 hari 9 unik 30 hari 123 total unik
Sridhar Vembu: “Kode Warisan Bisa Jadi Beban di Era AI”
Iklan

Yo, bro sis! Pernah denger Sridhar Vembu? Dia nih bos gede Zoho Corporation, perusahaan software cloud asal India yang udah mendunia. Nah, dia baru aja ngasih peringatan yang cukup ngejleb buat kita para developer dan pejuang kode. Intinya, kode warisan alias legacy code bisa jadi beban berat di era AI yang makin canggih ini. Gokil, kan?


Sridhar Vembu ini bukan orang sembarangan. Lahir tahun 1968 di Tamil Nadu, India, doi lulusan IIT Madras dan Ph.D dari Princeton University, jadi udah pasti paham banget gimana dunia teknologi jalan. Nah, tanggal 23 Mei 2025 kemarin, dia sempet nge-tweet yang bunyinya gini:

“AI code capabilities are getting better and better … Kalau AI bikin kita 100× lebih produktif, kenapa nggak tulis ulang semuanya saja?”


Jadi, apa sih maksud Sridhar? Yuk kita kupas tuntas!

  • Kode lama = liabilitas?
    Vembu bilang, kalau AI sekarang udah bisa bikin aplikasi full cuma dalam hitungan menit, maka tumpukan kode lama yang ribet dan susah di-maintain itu malah jadi beban. Jadi, jangan harap legacy code bakal tetep berguna kayak dulu.

  • AI-rewriting lebih joss dibanding bug-fixing
    Beberapa developer sekarang udah mulai pake tools canggih kayak Gemini 2.5 Pro dan Copilot X buat generate ulang repository code mereka daripada repot-repot benerin bug satu per satu. Lebih cepat dan efisien! Buat yang penasaran sama Gemini 2.5 Pro, cek blog resminya.

  • Skill developer kudu bergeser
    Gak cukup cuma jago coding doang. Sekarang developer harus jadi partner AI, jago bikin prompt yang pas, dan bisa review kode hasil AI biar makin oke. Jadi, skill coding murni mulai tergeser oleh skill AI collaboration.

Gimana reaksi netizen? Nih, ada beberapa komentar kece dari para techies:

KutipanSumber
“Saya pakai Gemini 2.5, kerjaan serasa diambil alih!”Komentar user di thread Vembu (Business Today)
“Daripada benahin spaghetti-code, lebih baik rewrite total dengan AI.”Engineer anonim, Business Today (Business Today)


Kenapa sih ini penting banget?

  • Waktu = Uang
    Dengan AI, proses rewrite code yang biasanya makan waktu berbulan-bulan bisa dipangkas jadi cuma hitungan jam. Siapa yang gak mau kerjaan cepat kelar, kan?

  • Teknologi > Sejarah
    Perusahaan yang masih ngeyel pakai kode lama bakal kalah lincah sama yang berani upgrade dan manfaatin AI secara maksimal.

  • Pasar Kerja Bergeser
    Kebutuhan buat coder murni bakal turun drastis, sementara developer yang bisa kolaborasi sama AI malah naik daun.


Terus, gimana dong jalan keluarnya? Nih gue kasih tips kece supaya gak ketinggalan zaman:

  • Pelajari alat AI coding
    Mulai dari Gemini 2.5, ChatGPT-Code Interpreter, Copilot X, Cursor, sampai Replit AI. Semua ini bakal jadi senjata ampuh loh!

  • Refactor → Re-imagine
    Jangan cuma tambal sulam terus, coba evaluasi apakah lebih efisien buat migrasi total pake AI.

  • Bangun keahlian baru
    Skill baru kayak prompt design, test automation, AI validator, dan governance wajib dikuasain supaya tetep jadi pemain utama.

  • Kolaborasi lintas fungsi
    Developer gak lagi kerja sendirian. Sekarang UI/UX, QA, dan tim bisnis bisa co-create bareng lewat prompt AI. Kekompakan tim jadi kunci sukses!


Kalo lo pengen baca lebih dalam, cek juga nih bahan bacaan lengkapnya:


Selamat beradaptasi—atau siap-siap tergilas gelombang AI!

Summary Interaktif

Jawaban:
Sridhar Vembu adalah bos besar Zoho Corporation, perusahaan software cloud asal India yang sudah mendunia. Ia lahir tahun 1968 di Tamil Nadu, India, lulusan IIT Madras dan memiliki gelar Ph.D dari Princeton University. Ia dikenal sebagai tokoh penting di dunia teknologi dan memberikan pandangan penting tentang pengaruh AI terhadap pengembangan kode dan developer.

Jawaban:
Sridhar Vembu memperingatkan bahwa kode warisan atau legacy code bisa menjadi beban berat di era AI yang semakin canggih. Karena AI kini mampu membuat aplikasi secara cepat dan efisien, tumpukan kode lama yang rumit dan sulit dipelihara justru menjadi liabilitas atau tanggungan yang menghambat produktivitas.

Jawaban:
Menurut Sridhar Vembu, dengan kemampuan AI yang semakin maju dan produktivitas yang bisa meningkat hingga 100 kali lipat, lebih efisien dan cepat untuk menulis ulang kode menggunakan AI daripada memperbaiki bug satu per satu. Beberapa developer bahkan sudah menggunakan tools seperti Gemini 2.5 Pro dan Copilot X untuk melakukan ini.

Jawaban:
Developer saat ini tidak cukup hanya jago coding. Mereka harus menjadi partner AI dengan kemampuan membuat prompt yang tepat dan mampu mereview kode hasil AI supaya lebih baik. Jadi, skill coding murni mulai tergeser oleh skill kolaborasi dengan AI.

Jawaban:
Beberapa tools AI coding yang direkomendasikan antara lain Gemini 2.5 Pro, ChatGPT-Code Interpreter, Copilot X, Cursor, dan Replit AI. Tools ini dapat membantu developer dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam proses pengembangan kode.

Jawaban:
Beradaptasi dengan AI penting karena waktu adalah uang; proses rewrite kode yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan bisa dipangkas menjadi hitungan jam dengan AI. Selain itu, perusahaan yang tetap menggunakan kode lama akan kalah lincah dengan yang berani upgrade dan memanfaatkan AI. Pasar kerja juga bergeser, kebutuhan coder murni menurun sementara developer yang bisa kolaborasi dengan AI meningkat.

Jawaban:
Tips yang diberikan meliputi: mempelajari alat AI coding seperti Gemini 2.5 dan Copilot X; melakukan evaluasi apakah lebih efisien migrasi total kode menggunakan AI daripada patching kode lama; membangun keahlian baru seperti prompt design, test automation, AI validator, dan governance; serta melakukan kolaborasi lintas fungsi dengan tim UI/UX, QA, dan bisnis melalui prompt AI untuk mencapai kekompakan dan kesuksesan tim.

Jawaban:
Beberapa netizen dan techies memberikan komentar yang mendukung pandangan Sridhar Vembu, seperti 'Saya pakai Gemini 2.5, kerjaan serasa diambil alih!' dan 'Daripada benahin spaghetti-code, lebih baik rewrite total dengan AI.' Hal ini menunjukkan bahwa banyak developer mulai merasakan dampak nyata dari kemampuan AI dalam pengembangan kode.
Artikel lain dari penulis ini
Iklan