Yo, bro sis! Pernah denger Sridhar Vembu? Dia nih bos gede Zoho Corporation, perusahaan software cloud asal India yang udah mendunia. Nah, dia baru aja ngasih peringatan yang cukup ngejleb buat kita para developer dan pejuang kode. Intinya, kode warisan alias legacy code bisa jadi beban berat di era AI yang makin canggih ini. Gokil, kan?
Sridhar Vembu ini bukan orang sembarangan. Lahir tahun 1968 di Tamil Nadu, India, doi lulusan IIT Madras dan Ph.D dari Princeton University, jadi udah pasti paham banget gimana dunia teknologi jalan. Nah, tanggal 23 Mei 2025 kemarin, dia sempet nge-tweet yang bunyinya gini:
“AI code capabilities are getting better and better … Kalau AI bikin kita 100× lebih produktif, kenapa nggak tulis ulang semuanya saja?”
Jadi, apa sih maksud Sridhar? Yuk kita kupas tuntas!
- Kode lama = liabilitas?
Vembu bilang, kalau AI sekarang udah bisa bikin aplikasi full cuma dalam hitungan menit, maka tumpukan kode lama yang ribet dan susah di-maintain itu malah jadi beban. Jadi, jangan harap legacy code bakal tetep berguna kayak dulu. - AI-rewriting lebih joss dibanding bug-fixing
Beberapa developer sekarang udah mulai pake tools canggih kayak Gemini 2.5 Pro dan Copilot X buat generate ulang repository code mereka daripada repot-repot benerin bug satu per satu. Lebih cepat dan efisien! Buat yang penasaran sama Gemini 2.5 Pro, cek blog resminya. - Skill developer kudu bergeser
Gak cukup cuma jago coding doang. Sekarang developer harus jadi partner AI, jago bikin prompt yang pas, dan bisa review kode hasil AI biar makin oke. Jadi, skill coding murni mulai tergeser oleh skill AI collaboration.
Gimana reaksi netizen? Nih, ada beberapa komentar kece dari para techies:
| Kutipan | Sumber |
|---|---|
| “Saya pakai Gemini 2.5, kerjaan serasa diambil alih!” | Komentar user di thread Vembu (Business Today) |
| “Daripada benahin spaghetti-code, lebih baik rewrite total dengan AI.” | Engineer anonim, Business Today (Business Today) |
Kenapa sih ini penting banget?
- Waktu = Uang
Dengan AI, proses rewrite code yang biasanya makan waktu berbulan-bulan bisa dipangkas jadi cuma hitungan jam. Siapa yang gak mau kerjaan cepat kelar, kan? - Teknologi > Sejarah
Perusahaan yang masih ngeyel pakai kode lama bakal kalah lincah sama yang berani upgrade dan manfaatin AI secara maksimal. - Pasar Kerja Bergeser
Kebutuhan buat coder murni bakal turun drastis, sementara developer yang bisa kolaborasi sama AI malah naik daun.
Terus, gimana dong jalan keluarnya? Nih gue kasih tips kece supaya gak ketinggalan zaman:
- Pelajari alat AI coding
Mulai dari Gemini 2.5, ChatGPT-Code Interpreter, Copilot X, Cursor, sampai Replit AI. Semua ini bakal jadi senjata ampuh loh! - Refactor → Re-imagine
Jangan cuma tambal sulam terus, coba evaluasi apakah lebih efisien buat migrasi total pake AI. - Bangun keahlian baru
Skill baru kayak prompt design, test automation, AI validator, dan governance wajib dikuasain supaya tetep jadi pemain utama. - Kolaborasi lintas fungsi
Developer gak lagi kerja sendirian. Sekarang UI/UX, QA, dan tim bisnis bisa co-create bareng lewat prompt AI. Kekompakan tim jadi kunci sukses!
Kalo lo pengen baca lebih dalam, cek juga nih bahan bacaan lengkapnya:
- ET Online: Sridhar Vembu has a scary warning for techies...
- Business Today: ‘Legacy code will become liability’: Zoho’s Sridhar Vembu...
Selamat beradaptasi—atau siap-siap tergilas gelombang AI!