Tech Stack Netflix: Bongkar Dalaman Dapur Streaming Raksasa Merah

← Kembali ke Blogs

Tech Stack Netflix: Bongkar Dalaman Dapur Streaming Raksasa Merah

Ditulis olehkukuhtw·
0 unik hari ini 1 unik 7 hari 11 unik 30 hari 156 total unik
Tech Stack Netflix: Bongkar Dalaman Dapur Streaming Raksasa Merah
Iklan

🔍 Bongkar Infrastruktur Streaming Netflix 2025: Dari AWS Hingga Metaflow

Referensi utama: Netflix TechBlog & AWS re:Invent


1. Pendahuluan

Netflix melayani 260+ juta pengguna di 190+ negara dengan ratusan miliar jam streaming/tahun (Sumber: Netflix Q4 2023 Earnings Report). Arsitekturnya mengandalkan cloud-native, microservices, dan chaos engineering. Simak breakdown stack 2025-nya!


2. Fondasi Cloud & Microservice

  • AWS: 100% infrastruktur di Amazon Web Services ( EC2, S3, VPC)
  • 4.000+ Microservices: gRPC/REST, service discovery pakai Eureka
  • Resiliensi: Chaos Monkey & Simian Army – Baca selengkapnya


3. CI/CD & Container Orchestration

Lapisan Teknologi Fitur Kunci
Build Jenkins, Gradle Unit-test & artefak
Delivery Spinnaker Canary deployment multi-cloud
Runtime Titus Scheduler container, 100k+ container/hari

4. Observability & Chaos Engineering

5. Lapisan Data & Big Data

6. Machine Learning & Personalisasi

  • MLOps: Metaflow
  • Training: GPU EC2 ( Netflix ML)
  • Serving: TensorFlow-Serving + Java microservices
  • Feature Store: Cassandra & Iceberg


7. Frontend & Devices


8. Content Delivery: Open Connect

CDN privat dengan 15k+ appliance—bandwidth hingga 18 Tbps/lokasi, cache konten populer di edge. Selengkapnya: Open Connect


9. Keamanan & FinOps


10. Kesimpulan

Kunci sukses Netflix:

  1. Arsitektur microservices granular + chaos engineering (Baca: Netflix Culture)
  2. Titus & Spinnaker untuk CI/CD hyperscale
  3. Open Connect sebagai tulang punggung streaming global



Referensi Lengkap:

Artikel ini menyederhanakan arsitektur kompleks Netflix untuk tujuan edukasi. Untuk detail teknis, kunjungi sumber resmi di atas.

Summary Interaktif

Jawaban:
Netflix menggunakan 100% infrastruktur cloud yang berjalan di Amazon Web Services (AWS) seperti EC2, S3, dan VPC. Arsitekturnya berbasis cloud-native dan mengimplementasikan lebih dari 4.000 microservices yang saling terhubung menggunakan protokol gRPC dan REST. Untuk service discovery, Netflix memakai Eureka. Selain itu, mereka menerapkan chaos engineering dengan tools seperti Chaos Monkey dan Simian Army untuk meningkatkan resiliensi sistem.

Jawaban:
Dalam pipeline CI/CD, Netflix menggunakan Jenkins dan Gradle pada tahap build untuk unit-test dan pembuatan artefak. Pada tahap delivery, mereka memakai Spinnaker yang mendukung canary deployment multi-cloud. Untuk runtime container orchestration, Netflix mengembangkan Titus, sebuah platform manajemen container open-source yang mampu menjadwalkan lebih dari 100.000 container per hari.

Jawaban:
Netflix menggunakan Atlas sebagai platform utama untuk pengumpulan metrik. Untuk streaming data real-time, mereka menggunakan Mantis dan Keystone. Untuk otomasi chaos engineering, Netflix mengembangkan ChAP (Chaos Automation Platform) yang memungkinkan pengujian resiliensi sistem secara otomatis.

Jawaban:
Netflix mengadopsi Apache Cassandra dan DynamoDB untuk Online Transaction Processing (OLTP). Untuk caching data aplikasi, mereka menggunakan EVCache. Untuk lakehouse storage, Netflix mengkombinasikan Apache Iceberg dengan AWS S3. Sedangkan untuk pemrosesan data streaming, mereka memakai Kafka dan Flink.

Jawaban:
Netflix menggunakan Metaflow untuk MLOps yang membantu mengelola workflow machine learning. Proses training model dilakukan menggunakan GPU EC2. Untuk serving model ML, mereka memakai TensorFlow-Serving yang diintegrasikan dengan microservices berbasis Java. Feature store mereka dibangun menggunakan Cassandra dan Iceberg untuk menyimpan fitur yang digunakan dalam model.

Jawaban:
Untuk web, Netflix menggunakan React dan Node.js dengan server-side rendering (SSR). Pada TV dan console, mereka memakai React-Gibbon sebagai UI framework khusus. Untuk mobile, aplikasi Netflix dikembangkan menggunakan Swift untuk iOS dan Kotlin Multiplatform untuk Android. API yang digunakan antara lain Falcor dan GraphQL untuk pengambilan data yang efisien.

Jawaban:
Open Connect adalah jaringan CDN privat milik Netflix yang terdiri dari lebih dari 15.000 appliance dengan bandwidth hingga 18 Tbps per lokasi. Open Connect berfungsi menyimpan cache konten populer di edge untuk mengoptimalkan pengiriman streaming ke pengguna secara global, sehingga mengurangi latensi dan beban pada jaringan utama.

Jawaban:
Dalam hal keamanan, Netflix menggunakan Lemur untuk manajemen sertifikat dan Security Monkey untuk audit keamanan infrastruktur. Untuk optimasi biaya cloud, mereka mengembangkan Janitor Monkey yang secara otomatis membersihkan sumber daya cloud yang tidak terpakai sehingga mengurangi pemborosan biaya.

Jawaban:
Kunci sukses Netflix adalah arsitektur microservices yang granular yang didukung dengan chaos engineering untuk meningkatkan resiliensi. Penggunaan Titus dan Spinnaker memungkinkan CI/CD pada skala sangat besar (hyperscale). Selain itu, Open Connect menjadi tulang punggung pengiriman streaming global yang andal dan efisien.
Artikel lain dari penulis ini
Iklan